Selasa, 09 Oktober 2012

semoga yang satu ini gak kaya yang kemaren kemaren :p
semoga aja tidak dipermainkan :p
ya semoga....
cuman berharap sih selebihnya terserah Tuhan O:)
love Ravael Diaz Simorangkir
rupanya begini rasanya
setelah sekian lama lebih memilih untuk berjalan sendiri
setelah lelah mencari cari tempat singgah yang pas
setelah hampir saja terjatuh semakin dalam di perasaan yang tidak jelas
aku menemukan dia.
semoga saja kali ini bukan di alam mimpi yang hanya bisa dirasakan saat tertidur lelap
kedepannya akan banyak hal menarik dan menyebalkan yang akan kualami
bedanya, kali ini aku tidak berjalan sendiri
aku ditemani dia.
ternyata sangat menyenangkan ketika kita mempunyai hak untuk mengungkapkan segalanya
tanpa ada rasa takut untuk merindukan siapapun
tanpa ada rasa canggung untuk mengatakan selamat malam atau bahkan menanyakan kabar sesering mungkin
aku menikmati semuanya
diam menunggu bunyi bbm khusus darinya, dan terburu buru membalasnya
kurasa dia kelelahan menanggapi bbmku
rasa canggung yang harus kuhilangkan kala bersamanya
sebisa mungkin kubuat suasana nyaman dan rileks
akan banyak cerita baru dalam kisah cinta yang baru :)

Sabtu, 10 Maret 2012


Di setiap tarian luka.
Kucoba tetap mencetak wajahmu dalam tepekurku.

Dihujani butiran tanya yang melilit ragu.
Kucecap lagi teduhnya kebersamaan.
Saat jemari dan mata saling mengaduh dalam syahdu.

Apakah ini atau sebenarnya semu?
Luka tetaplah Luka.
Cinta tetaplah Cinta.
Tak peduli seberapa lemah menampar kalam batin.

Semuanya ada padamu.
Kuingkari dan kurindui..


Ketika aku meminta kekuatan
Allah memberiku kesulitan untuk membuatku kuat

Ketika aku meminta kebijaksanaan
Allah memberiku masalah untuk dipecahkan

Ketika aku meminta keberanian
Allah memberiku rintangan untuk kuatasi

Ketika aku meminta cinta
Allah memberiku seseorang yang bermasalah untuk kutolong

Ketika aku meminta kebaikan
Allah memberiku kesempatan

Mungkin aku tak mendapatkan apa yang kuinginkan
Tapi aku mendapatkan apa yang kubutuhkan

:)

U.U

Diam-diam berujar bisu. Dan memperhatikanmu dalam kerlingan gagu.
Hingga akhirnya seringkali, tatapan kita bertemu..
Hal yang mungkin aku lakukan saat itu terjadi... Hanyalah diam. Lalu menyusuri pandangan kearah sepatuku.
Entah aku jadi linglung, haruskah aku mendongak dan melihat kearahmu lagi?


Ada satu hal yang selalu aku cari dari wajahmu.
Senyum manis yang pernah tanpa sengaja aku tangkap disuatu hari.
Yang kian lama semakin membayangiku.
Yang membuatku turut tersenyum ketika mengingatnya kembali.


Kau sempat membuatku khawatir
Khawatir akan sikapku yang makin tak tentu ini.
Khawatir akan mataku yang kian "nakal" untuk terus memperhatikanmu.
Khawatir aku akan terus mencari keberadaan senyum itu.
Dan sial.
Lebih dari itu ternyata.
Aku bahkan memiliki harapan untuk bisa jadi penyebab senyummu.
"jangan tutupi senyum manis itu.
aku ingin menengoknya kembali  dan kemudian aku simpan untuk pemanis mimpiku malam ini.
Bersediakah kamu?"

Seperti harum tanah yang terguyur hujan.
Harummu membuatku candu.

Mencipta satu bentuk aroma tersendiri di hidungku.
Meninggalkan jejak aroma itu beserta harapan tentangmu.

Membuatku terpekur dalam sunyi, menantimu.


hey you.....

Terang saja aku menantinya
Terang saja aku mendambanya
Terang saja aku merindunya
Karena dia...karena dia...
Begitu indah.