Di setiap tarian luka.
Kucoba tetap mencetak wajahmu dalam tepekurku.
Dihujani butiran tanya yang melilit ragu.
Kucecap lagi teduhnya kebersamaan.
Saat jemari dan mata saling mengaduh dalam syahdu.
Apakah ini atau sebenarnya semu?
Luka tetaplah Luka.
Cinta tetaplah Cinta.
Tak peduli seberapa lemah menampar kalam batin.
Semuanya ada padamu.
Kuingkari dan kurindui..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar